"Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh ("undesirable" = tak berkemauan), sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang menyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN."
Tanda orang yang acuh tak acuh kepada Tuhan adalah :
1. Zefanya 1:12 "... berkata dalam hatinya: Tuhan tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat!"
2. Zefanya 3:2 "Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak menghadap."
Manusia diperingatkan supaya jangan apatis (tidak bersemangat, acuh tak acuh : tidak berkemauan, tidak care). Kehidupan manusia harus diwarnai dengan semangat berkumpul dan beribadah. Kita harus dengan kesungguhan mencari Tuhan. Mencari Tuhan merupakan hal yang primer. Ayat-ayat berikut ini menjelaskan tentang betapa pentingnya mencari Tuhan.
1. Amos 5:4-6 "... Carilah Tuhan maka kamu akan hidup... ". Ada kehidupan atau keselamatan jika mencari Tuhan.
2. Yakobus 4:8 "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!"
Dalam terjemahaan lain berkata demikian : "Hampirilah Allah maka ia akan menghampiri engkau". Suatu jaminan bahwa Tuhan selalu dekat kepada orang yang mencari-Nya.
Zefanya 3:12 "Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN". Tuhan menjadi tempat perlindungan kita sehingga kita tidak usah takut.
Nabi Zefanya juga bernubuat bahwa mereka yang bersemangat, yang care, yang tidak acuh tak acuh, akan ada penyertaan Tuhan yang luar biasa, yang dijamin kemenangannya, seperti dinyatakan dalam Zefanya 3:17 "Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita. Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya. Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai." Tuhan akan tinggal di tengah umat-Nya dan memberi kemenangan kepada mereka.
Marilah kita mencari Tuhan, menghadiri perkumpulan orang percaya dan bersemangat beribadah kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Friday, October 24, 2008
Monday, September 15, 2008
Balas Jasa
Beberapa hari yang lalu kira-kira pkl. 22.00 wib saya memanggil seorang teknisi untuk memperbaiki genset yang secara mendadak tidak bisa beroperasi. Melalui handphone saya hubungi saudara ini, dan langsung mengiayakan untuk datang, padahal itu hampir tengah malam. Dalam hal ini saja saya sudah bersyukur banget, sebab biasanya sangat sulit untuk memanggil orang datang membantu kita khususnya pada malam hari. Saudara ini langsung meluncur dengan sepeda motor beserta istrinya.
Selidik, punya selidik, bongkar sana-sini, akhirnya genset-nya bisa kembali beroperasi. Puji Tuhan!
Setelah semuanya selesai, saya ucapin terimakasih serta menyalamkan 'PK ' (persembhan kasih). Namun saya betul-betul terpesona dengan saudara ini, sebab ia menolak 'PK' tersebut dengan alasan ia bekerja untuk Tuhan.
Saya terpesona dengan sikap saudara ini yang tidak terlalu hitung-hitungan dengn pekerjaan Tuhan, baik dalam soal waktu, dan soal upah.
Di akhir zaman ini hampir semua orang mengharapkan imbalan, mengharapkan balas jasa. Ada orang berkorban untuk gereja, tetapi ia mengharapkan supaya gembala memperhatikannya secara khusus, ada anak Tuhan rajin beribadah, rajin berdoa hanya mengharapkan supaya terlibat dalam pelayanan. Bahkan ada orang mau melayani ; singers, tambourine, banners, bermain musik di gereja apabila ada 'tips' bulanan dari gereja lokal.
Namun kita patut bersyukur sebab masih ada anak Tuhan seperti saudara di atas, yang mau melayani dengan tulus, dan mengharapkan upah dari Tuhan, bukan dari manusia. Dan saya pikir bahwa pasti lebih besar upah dari Tuhan daripada upah yang diberikan oleh manusia.
Kita berdoa dan berharap supaya semua anak-anak Tuhan mempunyai hati yang melayani dengan tulus dengan mengharapkan upah dari Tuhan! Haleluyah.
Selidik, punya selidik, bongkar sana-sini, akhirnya genset-nya bisa kembali beroperasi. Puji Tuhan!
Setelah semuanya selesai, saya ucapin terimakasih serta menyalamkan 'PK ' (persembhan kasih). Namun saya betul-betul terpesona dengan saudara ini, sebab ia menolak 'PK' tersebut dengan alasan ia bekerja untuk Tuhan.
Saya terpesona dengan sikap saudara ini yang tidak terlalu hitung-hitungan dengn pekerjaan Tuhan, baik dalam soal waktu, dan soal upah.
Di akhir zaman ini hampir semua orang mengharapkan imbalan, mengharapkan balas jasa. Ada orang berkorban untuk gereja, tetapi ia mengharapkan supaya gembala memperhatikannya secara khusus, ada anak Tuhan rajin beribadah, rajin berdoa hanya mengharapkan supaya terlibat dalam pelayanan. Bahkan ada orang mau melayani ; singers, tambourine, banners, bermain musik di gereja apabila ada 'tips' bulanan dari gereja lokal.
Namun kita patut bersyukur sebab masih ada anak Tuhan seperti saudara di atas, yang mau melayani dengan tulus, dan mengharapkan upah dari Tuhan, bukan dari manusia. Dan saya pikir bahwa pasti lebih besar upah dari Tuhan daripada upah yang diberikan oleh manusia.
Kita berdoa dan berharap supaya semua anak-anak Tuhan mempunyai hati yang melayani dengan tulus dengan mengharapkan upah dari Tuhan! Haleluyah.
Subscribe to:
Posts (Atom)